Entah kapan dan dimana sang kucing betina belang item putih ini lahir dan berasal. Seiring waktu tau-tau aja dia udah jadi tamu setia di depan teras kontrakan kami. Dulu sih ini kucing datengnya jarang-jarang, kadang ada kadang tiada, kadang dia dateng sebentar buat nawarin semir sepatu (*loh ??); tapi lama kelamaan kehadirannya makin teratur dengan peningkatan jam kehadiran yang progressif. Pokoknya dia paling tau timing yang tepat untuk standby di pintu depan sambil nunjukin muka pucat dan suara parau versi telenovela bersimbah air mata (*iya gw tau, lebay kan). ↓ Read the rest of this entry…
